Memilih Lokasi Rumah Berdasarkan Feng Shui

Rumah tidak sekadar tempat berlindung, tetapi juga menjadi tempat untuk menarik elemen-elemen alam—baik menguntungkan maupun yang merugikan. Ilmu feng shui membantu agar rumah dapat menyerap energi kesejahteraan dan menolak energi buruk. Oleh karena itu, banyak komponen yang menjadi pertimbangan saat memilih lokasi rumah.

Pertama, pilihlah kawasan yang baik. Pasalnya, suatu kawasan mempunyai energi yang sering disebut chi. Energi itu tentu mempunyai kualitas, ada yang baik dan ada yang buruk.

Sebuah lingkungan yang asri, tentu memiliki chi lebih bagus dibandingkan dengan lingkungan yang banyak sampahnya, bau, dan bising. “Sebab itu, pilihlah kawasan yang memiliki kualitas chi yang bagus. Biasanya, lingkungan yang baik itu ditandai oleh adanya unsur alam Kayu (pepohonan) dan unsur Air (sungai atau danau),” jelas pakar properti Mauro Rahardjo.

Kedua, perhatikan arah. Dalam feng shui, setiap individu mempunyai arah-arah keberuntungan yang bersifat pribadi, seperti arah terbaik untuk kesehatan dan kemakmuran. Di sisi lain, ada juga arah-arah yang bisa berdampak buruk.

Ketiga, menentukan bentuk bangunan. Rumah, seperti halnya lingkungan, juga mengeluarkan aura. Aura terbagi dalam lima macam elemen: Api, Kayu, Air, Logam, dan Tanah.

“Aura berkaitan dengan bentuk bangunan rumah, seperti bentuk bulat yang berarti Logam atau bentuk runcing yang berarti Api. Misalnya, sebuah rumah yang banyak menggunakan bahan stainless steel dan baja berarti memiliki aura Logam,” papar Mauro.

Lantas, apakah setiap orang cocok menempati rumah yang banyak unsur Logam atau Kayu? Menurut Mauro, setiap individu, selain arah kompas yang baik, juga memerlukan aura.

“Misalnya, seseorang membutuhkan aura Kayu yang banyak, karena unsur Apinya lemah, maka orang tersebut perlu dibantu dengan energi yang dipancarkan oleh tanaman. Energi yang dipancarkan oleh tanaman itu adalah energi Kayu,” jelasnya.

Untuk mengetahui hal itu, imbuh Mauro, harus dimulai dengan mencari tanggal, bulan, tahun, dan jam kelahiran orang tersebut. Contohnya, seorang yang lahir pada tahun 1962, memiliki shio Macan Kayu. Artinya, orang tersebut memiliki banyak unsur Kayu. Jika melihat dari tahun kelahirannya, orang itu tidak mempunyai unsur Air. Itu sebabnya, ia memerlukan unsur Air agar unsur Kayunya tidak mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s