Memilih Lokasi Makam Terbaik

Jika kita menelaah lahirnya feng shui, kita akan tahu bahwa penerapan ilmu feng shui sekarang ini berasal dari feng shui kuburan (makam) yang disebut feng shui yin. Mengapa kuburan harus dibangun dengan baik? Karena pada awalnya masyarakat mengikuti suatu ajaran dalam filsafat Tiongkok tentang penghormatan kepada leluhur. Bahwa roh orang yang sudah meninggal masih bisa melindungi keturunannya.

Di sisi lain, kesejahteraan dan kemakmuran mereka yang masih hidup, dipengaruhi oleh bagaimana para leluhurnya dimakamkan. Hal ini yang membuat ilmu tentang feng shui yin sudah lebih dahulu dikembangkan.

Menurut filsafat Tiongkok, roh dan spirit para leluhur akan memengaruhi keberuntungan keturunannya. Oleh karena itu, KongTze (Konfusius) mengajarkan setiap orang untuk berbakti kepada orang tua dan leluhurnya. Hal ini dilaksanakan bukan saja dengan tradisi bersembahyang di rumah-rumah (hiolo), tetapi juga mendatangi kuburan orang tua dan leluhur. Menurut sejarah, asal mula ilmu feng shui adalah feng shui yin atau feng shui kuburan.


Lokasi Makam yang Baik

Kuburan yang baik dengan tempat dan lokasi yang pantas serta arah kompas yang benar, akan membuat roh leluhur tentram, sehingga membawa peruntungan baik bagi keturunan-keturunannya. Oleh karena itu, proses memilih tempat pemakaman menjadi hal yang penting.

Teknik penentuan arah hadap makam biasa mempergunakan trigram Pa Kua susunan langit awal (Xang Tien). Dalam perkembangannya, feng shui digunakan untuk orang hidup yang dijabarkan susunan Langit Lanjut (Huo Tien). Hal ini perlu dibedakan, karena ada beberapa orang yang keliru menggunakan rumus Pa Kua Luo Shu untuk orang hidup.

Arah-arah kompas itu tidak lain adalah wakil dari Trigram:Chien, Kun, Zhen, Xun, Kan, Li, Gen, dan Tui.  Oleh karena itu, arah tersebut dalam penggunaan kompas untuk orang hidup harus dikembalikan dulu dalam susunan Langit Awal (Xang Tien) yang secara teoritis diuraikan dalam laporan ini.

Secara visual, penerapan  feng shui yin ini dipilihkan lokasi yang agak tinggi, dengan merebahkan jasad orang yang meninggal pada suatu tanah yang stabil, yaitu perbukitan. Bagian belakang kuburan adalah tanah lebih tinggi dari bagian depannya (prinsip bersandar ke gunung).

Pisahkan dengan Aliran Sungai
Lebih baik lagi apabila tanah kuburan menghadap ke arah air, bisa berbentuk laut, atau danau. Daerah yang jauh dari laut dan danau tentu agak sulit menemukan lokasi seperti ini. Karena itu, lahan bukit yang baik adalah dengan memanfaatkan sungai.

Idealnya, sungai bisa memisahkan antara tanah pekuburan dengan daerah hunian, sehingga tidak akan saling ganggu. Dengan meletakkan pada daerah yang tinggi, maka seolah-olah para leluhur bisa menyaksikan sepak terjang anak, cucu, dan keturunan-keturunannya, serta mengayomi mereka.

Kepercayaan seperti itu sering menyebabkan orang-orang berlomba untuk mendapatkan tanah kuburan yang baik, agar di masa depan kehidupan mereka lebih baik. Bahkan ada legenda Tiongkok yang menyebutkan, anak seorang petani mampu menjadi raja, karena leluhurnya dimakamkan di tempat yang sangat baik menurut feng shui yin. Hal ini pula yang menyebabkan banyak developer melirik bisnis tanah pemakaman.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s