Era 2G Berlalu, 3G Berjalan, & 4G Sudah di Depan Mata

 

Jakarta – Era keemasan 2G telah berlalu, 3G tengah berjalan dan 4G sudah ada di depan mata. Berkembangnya tren dan permintaan pasar telekomunikasi telah memaksa operator untuk terus berinovasi dan berevolusi mengembangkan jaringannya.

“Sekarang kita telah merasakan era keemasan 2G perlahan mulai pudar berganti era 3G. Dan tak lama lagi, kita juga akan menyambut era 4G,” kata Ketua Komisi Tetap Kadin Bidang Telekomunikasi, Johnny Swandi Sjam, dalam acara 4G: New Tech, New Services, New Needs di Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (13/3/2013).

Seperti diketahui, industri telekomunikasi telah berkembang pesat. Jika dalam satu dekade awal layanan telepon dasar seperti voice call begitu merajai, kemudian popularitasnya mulai tersaingi layanan pesan singkat SMS.

SMS pun kini mulai tergantikan layanan messaging yang banyak disediakan oleh para pemain Over-the-Top (OTT) lewat konektivitas mobile data.

Bukan tak mungkin, layanan messaging ini akan kembali berevolusi menjadi video messaging dan streaming seiring demand evolusi teknologi untuk menyalurkan tren big data.

Menurut Johnny, peluang pasar telekomunikasi di Indonesia masih cukup besar. Meskipun penetrasi SIM card di Indonesia akhir 2012 lalu telah melampaui 119,9%, dan masih bisa meningkat jadi 144,1% dalam tiga tahun ke depan, namun jumlah aktual dari penetrasi pelanggannya diyakini baru mencapai 58,7% saja.

“Itu artinya, satu orang pelanggan saat ini menggunakan dua SIM card. Jadi masih ada peluang besar yang terbuka lebar untuk mencari pelanggan baru,” ujarnya.

Jika melihat komparasi perbandingan year on yearrevenue voice di Indonesia memang terus turun, dari 61,8% di 2012 menjadi 55,9% di 2015. Sedangkan jasa non-voice yang didorong mobile data perlahan merangsek naik dari 38,2% di 2012 menjadi 44,1% di 2015.

Kontribusi revenue yang meningkat justru datang dari layanan non-voice seperti mobile data seiring meningkatnya popularitas smartphone. Peluang akan datang dari operator yang bisa menawarkan sesuatu yang berbeda lewat akses layanan broadband dan konten.

“Dengan upgrade teknologi dari 2G, 3G ke 4G, akan membuka peluang baru bagi operator untuk membuat perbedaan dari sisi penambahan jumlah pelanggan baru dengan ARPU (average revenue per user) yang berkualitas,” papar Johnny.

Dari komposisi jumlah pengguna mobile data non-voice ini, perlahan pelanggan 2G yang tadinya di 2012 sekitar 16%, akan terus turun jadi tinggal 5% di 2015. Sementara pelanggan 3G, dan LTE jika sudah komersial nanti, akan terus melonjak drastis dari 23% di 2012 menjadi 45% di 2015.

“Kondisi ini harusnya bisa menjadi gambaran bagi kita, betapa kebutuhan akan akses jaringan mobile data yang mumpuni sudah sangat mendesak. Kita tidak bisa lagi cuma berbicara soal 3G. Karena ke depan, topik yang akan jadi pembicaraan orang adalah soal kehandalan 4G,” tegas Johnny.

Seperti diketahui, LTE menawarkan kecepatan akses hingga 75 Mbps dengan rata-rata kecepatan 10-30 Mbps. Saat ini sudah ada 150 operator di dunia yang mengkomersialkan teknologi LTE di 67 negara. Sebanyak 50 diantaranya diluncurkan selama lima bulan lalu.

Operator seluler Maxis dari Malaysia belum lama ini sudah menggelar LTE secara terbatas. Sehingga total, sudah ada 66 operator di Asia Pasifik yang menggelar layanan 4G berbasis teknologi LTE.

Secara terpisah, Kepala Pusat Informasi dan Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto mengungkapkan, pemerintah menargetkan sudah bisa memulai pembahasan tentang regulasi 4G paling cepat di penghujung tahun 2013.

“Kita selesaikan dulu tambahan frekuensi 3G dan penataan ulang seluruh blok, baru kita menggodok regulasi 4G,” jelasnya..

Presiden Direktur Ericsson Indonesia Sam Saba mengatakan, Indonesia akan sangat membutuhkan teknologi LTE karena pada 2016 mendatang, diprediksi terdapat 4 miliar smart device di Indonesia, seperti smartphone, tablet, dan perangkat cerdas lainnya.

“Dengan banyaknya perangkat itu, mobile data akan tumbuh 10% yang dipicu pertumbuhan tinggi aplikasi video. Sedangkan pertumbuhan trafik Internet pada 2015 mencapai 90%. LTE mesti disiapkan dari sekarang untuk mengimbangi pertumbuhan mobile data yang pesat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s