Bagaimana Cara Mengetahui Seorang Penipu Dalam Bisnis?

pbn

 

 

Con Man’ Siap Menyajikan Tipu Muslihat Bisnis Bagi Anda

Kenali penipu di dunia bisnis agar Anda tidak terjebak dalam permainan mereka.
Kali ini saya akan berbagi pengalaman dan cara jitu bagaimana cara mengenali ‘con man’ di dunia bisnis agar Anda tidak mudah ditipu oleh mereka.

‘Charlatan’, menurut Kamus Merriam Webster:

a. A person fraudulently claiming knowledge and skills not possessed.

b. A malicious trickster, a fake person, especially one who deceives for

c. One making usually showy pretenses to knowledge or ability.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia lebih jelas lagi pengertiannya:

a. Penipu.

b. Tukang Obat.

Phonyquack, ‘tukang kecap’, con man, con artist atau charlatan banyak ditemui sehari-hari. Biasanya berkedok sebagai ahlinya sesuatu, bergelar pendidikan tinggi baik dalam maupun luar negeri, memiliki prestasi di sebuah perusahaan besar, dan lain-lain.

Sepanjang perjalanan karir saya, seringkali bertemu ‘konsultan’, ‘business coach’, segala macam ‘coach-coach’ lainnya menawarkan jasa mereka yang berhubungan dengan motivasi pegawai, peningkatan produktivitas, dan lain sebagainya. Namun sering juga terjadi bahwa ‘konsultan-konsultan’ seperti mereka ini tidak membawa hasil sesuai dengan janji mereka di awal. Dan ketika kita menanyakan serangkaian pertanggung jawaban, mereka lenyap seperti angin lewat… whoosh!

Con man atau saya lebih suka menyebut mereka ‘charlatan’, biasanya memiliki ‘salam khas’ atau ciri khas tersendiri yang membedakan mereka dengan teman-teman seprofesinya.

“Salam Lima Jari, kawan!”

“Pekerjaan adalah panggilan hidup, maka carilah yang sesuai dengan panggilan anda!”

Dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, maka saya dan beberapa kolega di kantor pernah memanggil salah seorang ‘coach’ yang cukup ternama untuk mendampingi beberapa team kami dari divisi Human Resource Development. Saya akan memberikan gambaran singkat bagaimana sang ‘charlatan’ beraksi di ‘panggung sandiwaranya’.

Setelah menunggu beberapa menit, sang ‘charlatan’ masuk ke dalam ruang rapat.

Personal Profit

“Kritis! Kritis!”, ujarnya ketika memasuki ruang rapat, dengan nada yang tidak kalah tinggi dengan musik yang memekakkan telinga. “Setelah saya dan team me-review kondisi manajemen kalian, saya hanya dapat mengatakan KRITIS!”

Lanjutnya lagi, “Tetapi untunglah kita semua mengetahuinya sejak awal! Masih dapat di ‘luruskan’ jalannya!”

Ia menuliskan beberapa pointer di papan tulis yang tidak hanya kami sudah mengetahuinya, namun beberapa rundingan terdengar tidak masuk akal. Bahkan saya merasa ia ingin mengadu domba kami semua dan lantas mengontraknya untuk membenahi seluruhnya.

Setelah 5 jam lamanya kami mendengarkan ‘kuliah manajemen dasar’, sang sekretaris pun membawainvoice yang saya tanda tangani sejumlah Rp16,500,000 yang terbagi menjadi:

Coaching per jam @ Rp2,000,000. 5 jam x Rp2,000,000 = Rp10,000,000

Bedah manajemen Q & A per sesi (2 jam) @ Rp1,000,000. = Rp4,000,000 (rate 1 jam extra diskon)

Materi diskusi untuk 10 orang @ Rp100,000 = Rp1,000,000
PPN PPH 10% Rp1,500,000

Wow! Mudah sekali bukan?

Ini baru seorang coach kelas teri, bayangkan seorang ‘pakar teknologi’ atau ‘pakar bisnis’ lainnya yang mampu memanipulasi jasanya bukan dengan hitungan jam. Saya kenal seorang ‘pakar teknologi’ yang meraup uang 2,000,000 dolar AS (20 miliar Rupiah) untuk investasi sebuah ‘portal teknologi’ yang dimilikinya.

Sangat disayangkan, ditengah bangkitnya ekonomi Indonesia, kita melihat semakin maraknya orang-orang yang mengambil kesempatan tanpa dilandasi sebuah nilai-nilai etika bisnis yang mampu menopangnya.

Sangat menjengkelkan sekali bertemu ‘charlatan’ di keseharian kita bekerja. Untuk itu saya mencoba untuk memberikan tip-tip agar kita semua dapat terhindar dari tipu daya mereka ketika datang memberikan pitch yang katanya dapat ‘membantu’ kita.

Ask for References

Memang benar jika ada yang mengatakan ‘Jakarta itu kecil’. Percaya atau tidak, hubungan saya dengan Anda (pembaca) pasti ada orang ketiga pemisah yang menjadi mutual friend. Dengan mudah Anda dapat melakukanbackground check yang mendetil mengenai siapa dia. Jangan hanya melakukan background check dengan meng-google namanya, itu tidak akan cukup! Lebih tepat jika anda bertanya kepada orang atau perusahaan yang telah berbisnis dengannya.

Don’t Act, Just Listen

Biasanya seorang ‘charlatan’ akan mengatakan ‘window of opportunity’ kita sempit dan sekarang saatnya beraksi. Golden opportunity akan terus diulangi kesekian kalinya agar kita berpikir sayang jika dilewatkan begitu saja. Coba pikirkan, jika deal ini tidak ada besok, maka apakah benar deal yang ditawarkan itu ada? Remember if it’s too good to be true, then it’s not true.

Have Your Own Expert Present

Ajak teman Anda yang kurang lebih ‘ahli’ dalam bidang yang ingin di sampaikan oleh sang ‘charlatan’. Ini akan menjadi tongkat keseimbangan Anda dalam menghadapi hal-hal yang tidak sepenuhnya Anda mengerti. Atau ajak sahabat Anda yang ahli dalam bidang hukum dan legal untuk menemani.

Know Your Weaknesses

Harap diingat, biasanya seorang ‘charlatan’ memanfaatkan ‘kesepian Anda. ‘Kesepian’ Anda berarti di kantor hanya Anda saja yang percaya akan sebuah visi. Dan untuk itu Anda mencari teman, ‘mitra visi’, ‘quick fix’  bagi permasalahan Anda di kantor. Kelemahan inilah yang digunakan oleh ‘charlatan’ dalam mengeksploitasi Anda.

Pay Attention to Details

Anda sebaiknya memperhatikan gayanya berbicara. Sebelumnya sudah dikatakan bahwa if it’s too good to be true, then it’s not true. Jika ia mulai mengatakan, “Saya hanya mengatakan ini kepada Anda, bukan orang lain, jaga rahasia ini” berarti Anda harus mulai menjaga jarak. Apalagi ketika ia menginginkan Anda untuk bertindak, sehingga membuat diri Anda merasa bersalah dengan mengulur waktu. Seorang ‘charlatan’ yang saya kenal mengatakan, “Build a team, one from ours and one from yours, and we have stake in this together.”

 

 

 

Sumber : TLKMN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s